JAKARTA.Dualisme PSSI menjadi kado paling pahit yang harus diterima PSSI di ulang tahunnya ke-82 tahun ini. Mulai dari dualisme kompetisi, federasi, hingga tim nasional yang segera terpecah.
Untuk merayakannya, PSSI versi Djohar Arifin dilaporkan melakukan ziarah ke makam Ketua Umum PSSI pertama Ir Soeratin, Rabu (18/4). Sedangkan PSSI versi La Nyalla Mattalitti dijadwalkan melakukan hal yang sama pagi ini.
Setelah ziarah, PSSI yang terbentuk melalui Kongres Luar Biasa di Ancol (18/3) akan melakukan partai eksibisi sepak bola pada sore hari. Para pengurus PSSI versi La Nyalla dijadwalkan melawan mantan para pemain timnas atau wartawan olah raga di atas rumput Gelora Bung Karno Senayan.
Ini dilakukan sebagai simbolis bersatunya berbagai elemen olah raga, terutama sepak bola. "Saat sepak bola berdiri, spirit supremasi kelompok dalam sepak bola dikelola secara terorganisir lewat PSSI," ujar La Nyalla.
Calon pelatih tim nasional versi PSSI La Nyalla, Alfred Riedl juga diagendakan hadir di lapangan. Ia akan didampingi mantan Direktur Teknik Badan Tim Nasional Iman Arif dan tampaknya akan 'melatih' tim pengurus PSSI La Nyalla.
Ironis, PSSI yang dibidani Soeratin mengibarkan keinginan mempersatukan dan menjadi alat perjuangan bangsa pada 1930. Saat kekinian, PSSI justru terbelah kendati beralasan demi kejayaan sepak bola nasional.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Label
7
Label:
7
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar